FUNGSI

Kewenangan otonom pada pendidikan tinggi menuntut prasyarat penerapan Good University Governance (GUG) terlebih dahulu, terutama dalam aspek akuntabilitas dan transparansi. Telah disadari bersama bahwa perbaikan dan penjaminan mutu dapat menjadi titik awal untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan GUG di Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), penerapan Sistem Penjaminan Mutu merupakan suatu keharusan.

TUGAS

Manajemen pelaksaaan SPMI di IKOPIN menganut sistem manajemen mutu dari siklus PPEPP yang akan menghasilkan kaizen atau continuous quality improvement Mutu Pendidikan Tinggi di PT.

Adapun prinsip pelaksaan siklus ini adalah:

  1. Quality first

Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus memprioritaskan mutu

  • Stakeholders-in

Semua pikiran dan tindakan pengelola perguruan tinggi harus ditujukan pada keluasan para pemangku kepentingan (internal dan eksternal)

  • The next process is our stakeholders

Setiap pihak yang menjalankan tugasnya dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus menganggap pihak lain yang menggunakan hasil pelaksanaan tugasnya tersebut sebagai pemangku kepentingan yang harus dipuaskan,

  • Speak with data

Setiap pengambilan keputusan / kebijakan dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus didasarkan pada analisis data; bukan berdasarkan asumsi atau rekayasa

  • Upstream management

Setiap pengambilan keputusan / kebijakan dalam proses pendidikan pada perguruan tinggi harus dilakukan secara partisipatif dan kolegial; bukan otoritatif

Unit atau pejabat khusus

  1. Penjaminan Mutu dilakukan oleh SPMI IKOPIN
  2. Direktur Akademik, Direktur Program Studi, Ketua Lembaga Penelitian dan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat bertanggungjawab atas terlaksananya penjaminan mutu di masing-masing unit
  3. Asesor internal sebagai tim yang akan menilai kinerja unit terhadap target sasaran mutu. Unit Audit Internal sebagai mitra Unit Penjaminan Mutu dalam melakukan audit terhadap kepatuhan terhadap aturan dan kebijakan yang berlaku baik internal dan eksternal. Adapun struktur organisasi SPMI IKOPIN dapat dilihat pada lampiran

TUJUAN

Tujuan SPMI – Perguruan Tinggi Institut Manajemen Koperasi Indonesia adalah:

  1. Menguatkan sistem pendidikan dengan fokus mengahasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dan bermoral.
  2. Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat sehingga Institut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
  3. Meningkatkan kapasitas sumberdaya dan kelembagaan IKOPIN.
  4. Meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika IKOPIN.

SASARAN

Memberikan arah dan landasan pengembangan kebijakan mutu IKOPIN agar terjadinya peningkatan mutu, efisiensi dan efektivitas kinerja diseluruh unit kerja dilingkungan IKOPIN yang pada akhirnya terbentuk Budaya Mutu.

STRATEGI

Strategi yang diupayakan sehingga keberhasilan pelaksanaan SPMI-PT tercapai diantaranya:

  1. Melakukan monilisasi sumberdaya yang dimiliki
  2. Meningkatkan kerjasama antar multi stakeholder secara sinergi
  3. Sosialisasi program sehingga seluruh stakeholder memahami dokumen kebijakan yang dibuat sehingga dapat diimplementasikan dengan baik pada setiap arah.
  4. Melakukan siklus SPMI dengan mengimplementasikan metode PPEPP (Penetapaan – Pelaksanaan – Evaluasi – Pengendalian – Peningkatan).

Prinsip atau azas yang menjadi landasan PT dalam melaksanakan SPMI-PT

Prinsip yang dilakukan dalam pelaksanaan SPMI-PT yaitu:

  1. Berorientasi kepada kebutuhan multi stakeholder
  2. Tanggungjawab social
  3. Partisipasi dan kolegial
  4. Inovasi dan peningkatan secara berkelanjutan