Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) IKOPIN adalah kegitan sistematik dan sistematis di IKOPIN yang didorong oleh kebutuhan dan kesadaran internal (internally driven) untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di IKOPIN. SPMI diperlukan untuk menetapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan Tri Dharma di IKOPIN secara konsisten dan berkelanjutan. Cakupan implementasi Sistem Penjamimanan Mutu Inernal adalah pada aspek Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasim Pengendalian dan Peningkatan standar mutu perguruan tinggi. Program Penjaminan Mutu IKOPIN dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjamin: a) Kepuasan pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder); b) Transparansi; c) efisien dan efektivitas; dan d) akuntabilitas pada penyelenggaraan Tri Dharma Pendidikan Tinggi oleh IKOPIN.

Pihak – Pihak yang terlibat kebijakan      

Penjaminan Mutu Institut Manajemen Koperasi Indonesia merupakan tanggung jawab setiap komponen yang ada baik pimpinan institut, program studi, konsentrasi serta unit-unit terkait. Secara umum organisasi penyelenggaraan penjaminan mutu di Institut Manajemen Koperasi Indonesia adalah:

  1. Ditingkat institut

Penjaminan mutu ditingkat Institut dilakukan oleh senat Institut, pimpinan Institut dan Lembaga Penjaminan Mutu Institut Manajemen Koperasi Indonesia. Senat Institut merupakan badan normative tertinggi yang beranggotakan Rektor, Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Direktur Program Studi (Prodi), Guru besar dan Dosen Wakil Prodi. Senat Institut mempunyai tugas dan tanggung jawab terkait pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan penjaminan mutu di tingkat Institut. Lembaga Penjaminan Mutu merupakan badan yang dibentuk dengan keputusan Yayasan (sesuai dengan Permenristek Dikti Nomor 62 Tahun 2016) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab merumuskan kebijakan mutu Institut. Dalam melakukan tugasnya, Lembaga Penjaminan Mutu di Pimpin oleh Direktur Lembaga.

  • Di Tingkat Program Studi

Penjaminan mutu di tingkat Program Studi dilakukan oleh Direktur Program Studi dan Unit Penjaminan Mutu Program Studi.

Istilah dan Definisi   

  1. Mutu pendidikan tinggi adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan tingi dengan Standar Pendidikan Tinggi yang terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh perguran tinggi.
  2. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi secara berencanan dan berkelanjutan.
  3. Sistem Penjaminan Mutu Internal yang selanjutnya disingkat SPMI, adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.
  4. Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan ditambah dengan Standar Nasional Penelitian dan Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat.
  5. Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi adalah sejumlah standar pada perguruan tinggi yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
  6. Kebijakan adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan pemikiran, sikap, pandangan dari Institusi tentang sesuatu hal.
  7. Kebijakan mutu merupakan arah, landasan dan dasar utama dalam pengembangan dan implementasi sistem penjaminan mutu di Institut Manajemen Koperasi Indonesia.
  8. Manual mutu merupakan dokumen utama dan menjadi landasan untuk menyusun dokumen-dokumen yang lebih operasional di bawahnya. Semua dokumen untuk kepentingan implementasi Sistem Penjaminan Mutu harus didasarkan kepada Dokumen Kebijakan Mutu.

Standar Mutu adalah kriteria yang menunjukkan tingkat capaian kinerja yang diharapkan dan digunakan untuk mengukur serta menjabarkan persyaratan mutu dan prestasi kerja dari individu ataupun unit kerja.